2 Bentuk Sikap Apresiasi terhadap Puisi dan Karya Sastra

Kali ini akan dibahas mengenai jenis apresiasi yang dapat kalian berikan terhadap puisi dan karya sastra lain pada umumnya. Pada dasarnya, apresiasi memiliki pengertian sebagai pengakuan atas kenikmatan atau manfaat atas sesuatu yang berkualitas baik.

Sebelum melakukan apresiasi, umumnya seseorang memilih bentuk karya sastra atau jenis teks seni berbahasa yang disukai, misalnya bentuk karya sastra prosa, puisi, drama, atau film. Kesukaan itu akan melangkah pada upaya seseorang untuk mengetahui atau memahami lebih dalam karya yang dipilihnya.

Sebuah karya sastra dapat disukai dan digemari oleh seseorang oleh karena karya tersebut dapat memberi kesan tersendiri yang menimbulkan empati bagi penggemarnya.

Dalam kaitannya dengan karya sastra, apresiasi dapat berupa penilaian dan penghargaan yang posisif atas karya sastra tersebut. Apresiasi tersebut juga dapat dijelaskan secara obyektif dan mempertanggungjawabkan sikap tersebut kepada orang lain.

Ada dua bentuk sikap apresiatif berdasarkan sikapnya, yaitu (1) apresiasi yang bersifat kinetik, dan (2) apresiasi yang bersifat verbal.

1. Apresiasi Bersifat Kinetik

Apresiasi jenis ini diawali dengan sikap memberikan minat pada sebuah karya sastra, kemudian ditunjukkan keseriusan dalam melakukan langkah apresiatif secara aktif.

Karya Prosa Fiksi

Untuk mengapresiasi karya sastra yang berupa prosa fiksi (seperti cerpen dan novel), tindakan apresiatifnya ialah:

  • Memilih cerpen atau novel yang sesuai kehendaknya.
  • Membaca dan menyenangi novel sejenis, menyenangi tema atau pengarangnya, memahami pesan-pesannya, jalan ceritanya, serta mengenal tokoh-tokoh dan watak tokohnya, bahkan secara ekstrim ada yang berkeinginan mengindentifikasi diri menjadi tokoh yang digemari dalam karya prosa tersebut.
  • Membuat karya cerpen atau novel seperti itu. Setidak-tidaknya dapat memberikan komentar atau tanggapan tentang hal yang berhubungan dengan novel yang digemari.

Karya Puisi

Untuk mengapresiasi karya puisi dapat berupa:

  • Memerhatikan pembacaan puisi,
  • Menyukai puisi-puisi tertentu
  • Berusaha memahami makna puisi yang disukai
  • Mengenal para penyair jenis puisi yang disukai
  • Berusaha dapat membaca puisi dengan baik
  • Membuat puisi sejenis serta menulis tanggapan atau ulasan mengenai puisi itu.

Drama

Untuk mengapresiasi karya sastra drama dapat berupa:

  • Menyukai pementasan drama tertentu
  • Mengenal karakter tokohnya, para kru di belakangnya,
  • Melakonkan tokoh tertentu pada drama sejenis.

Masa sekarang ini, obyek karya sastra drama yang dapat diapresiasi pada umumnya berupa tayangan film / sinema yang memiliki unsur-unsur yang sama dengan drama.

2. Apresiasi Bersifat Verbal

Apresiasi jenis ini, antara lain dapat berupa pemberian penafsiran, penilaian, dan penghargaan yang berbentuk penjelasan, tanggapan, komentar, kritik, dan saran serta pujian baik secara lisan maupun tulisan.

Dalam kaitannya dengan aspek kompetensi menyimak, apresiasi bermula pada proses mendengarkan penyampaian karya sastra secara lisan dengan serius dan saksama; kemudian berlanjut pada pencapaian langkah-langkah apresiasi
yang telah dijelaskan di atas. Untuk pembelajaran tentang apresiasi sastra, semua bentuk karya sastra yang dapat diperdengarkan harus dipelajari.  Bentuk karya sastra tersebut dapat berjenis prosa ataupun puisi.

Dirangkum dari: Bahasa Indonesia 3 : untuk SMK/MAK Semua Program Keahlian, Kelas XII/Mokhamad Irman, Tri Wahyu, Nurdin– Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Leave a Reply

Close Menu