Bedah Puisi: Mengekspresikan Bahasa ke dalam Puisi

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mengekspresikan bahasa. Salah satunya adalah dengan berpuisi. Baik itu membaca, ataupun menulis puisi.

Generasi muda, utamanya yang sedang menempuh pendidikan di sekolah, harus terus dilatih. Juga diberikan kesempatan untuk lebih aktif lagi mengekspresikan kemampuannya dalam berbahasa, termasuk di dalamnya dalam berpuisi.

Contohnya adalah kegiatan “Bedah Puisi” yang diadakan di salah satu SMA, yaitu SMA Negeri 2 Liwa di Lampung, 23 Oktober 2019 lalu. Kegiatan ini cukup unik, yaitu dengan mengadakan pelatihan penulisan, sekaligus membedah puisi. Sebuah puisi karya Nur Muhammad yang mendapatkan juara 1 FLS2N tingkat SMA 2019, dengan judul Sabda Perjalanan, dibahas di pelatihan tersebut.

Titin Ulpianti, seorang penyair dari Lampung Barat dihadirkan sebagai pembicara. Titin yang juga aktif di Komunitas Sastra (Komsas) Simalaba ini membagikan pengalamannya sebagai penulis. Intinya adalah bahwa untuk menciptakan puisi, harus dipahami kuncinya, yaitu membaca, membaca ulang, mengkaji karya atau bahan bacaan, dan lalu dilanjutkan dengan menulis

Selain itu, sebuah puisi tidak harus panjang isinya. Dimulailah dengan menulis puisi yang singkat namun padat. Karena pada dasarnya, puisi adalah ekspresi bahasa yang penuh dengan kiasan bahasa, dan memiliki struktur.

Kegiatan bedah puisi di SMA tersebut diadakan oleh tim literasi sekolah berkaitan dengan perayaan bahasa dan sastra tahun 2019.

Budi Wiryawan, selaku kepala sekolah berharap agar ke depannya akan muncul penulis-penulis muda yang mampu menciptakan karya sastra yang dapat diperhitungkan. Kegiatan bedah puisi ini adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan literasi bagi siswa.

Lebih jauh lagi, penciptaan karya oleh siswa akan dijadikan indikator keberhasilan gerakan literasi di SMAN 2 Liwa.

Leave a Comment