Kereta KRL Commuterline
Sumber gambar: web site PT KAI

Banyak hal yang dapat diungkapan melalui puisi, termasuk tentang pengalaman menggunakan kereta api.

Hari ini kami menerima kiriman puisi, yang kali ini cukup menarik isinya, yakni tentang pengalaman menggunakan kereta api. Lebih khusus, dengan menggunakan kereta komuter, atau lebih di kenal dengan kereta commuter line. Kereta commuter line adalah sarana transportasi yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia, untuk melayani perjalan sekitar dan antar wilayah Jabodetabek. Setiap harinya, banyak komuter, terutama para pekerja, pelajar, dan mahasiswa merasakan manfaat dari fasilitas sarana transportasi ini.

Selain ongkosnya yang murah, pelayanan commuter line ini semakin bagus, dan sangat menghemat waktu perjalanan. Bagi beberapa penumpang, banyak pengalaman suka dan duka yang berkesan, ketika menggunakan commuter line. Puisi berikut ini, adalah salah satu contohnya.

Kereta Komuter

Kita berdiri bergelantungan

Berhadapan di laju kereta komuter

Hanya sejengkal jarak mata bertatap

Namun sangat luas senyummu mengembang

Di keramaian kereta

Pagi menjelang siang

Orang-orang pergi datang

Tiada henti berselang

Seperti menggambarkan wajah dunia

Yang semakin sesak menghimpit

Penumpang datang berganti-ganti peran

Dengan baju lusuhnya

Dengan celana gemesnya

Dengan kaftan harumnya

Dengan jaket berpanunya

 

Kau semakin  mendekatiku

Tanpa kau sadari

Terdorong arus penumpang

Di stasiun Pondok Ranji

Aku tahu itu bukan maumu

Dan aku tahu kamupun mau berpegang di lenganku

Aku sedikit terhuyung

Seperti tidak menggubrismu

Maaf, terdengar suara lirihmu

Aku hanya tersenyum

Entah kenapa, bahkan mungkin itu bukan buatmu

Hanya sekedar senyum, lupakan lah

Aku hanya teringat, di pojokan itu saat kemarin

Berdiri seseorang yang seperti biasanya

Setiap hari kumelihatnya dia di sana

Tapi hari ini tidak

Seorang bapak bapak tua

 

Ah apakah dia sakit?

Entahlah

 

Kereta ini sudah bukan remaja lagi

Semakin menua seperti diriku

Setiap hari dia temui

Segala cerita yang tidak terungkap sepenuhnya

Dari separuh lebih penumpang

Yang setengah tersesat jalan hidupnya

Yang terbelenggu masa lalunya

Yang tercekam rasa takutnya

Yang terbenam dalam sakitnya

Dia hanya bisa merasakan dalam diamnya

Seperti anak kecil yang sedang belajar bicara

Hanya mengeluarkan bunyi decitan putaran roda

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here